Ankor XX

madhy-adventures.blogspot.com.

Ankor XX

TWKM XXII PONTIANAK.

Tampilkan postingan dengan label Panjat Tebing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panjat Tebing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2011

Bislab

          Terletak di desa Pattunuang Asue Kab. Maros Sulawesi Selatan. Kawasan ini sangat ideal sebagai daerah tujuan wisata petualangan, panjat tebing dan pendidikan. Di kawasan ini terdapat batu besar yang berbentuk perahu, yang menyimpan legenda menarik. Menurut cerita rakyat, pada zaman dahulu pernah ada saudagar dari negeri Cina datang untuk melamar dan mempersunting gadis Samangki. Namun, karena lamarannya ditolak akhirnya saudagar tersebut malu dan mengkaramkan perahunya yang kemudian membatu. Batu tersebut dikenal dengan julukan Biseang Labboro dan biasa disebut Bislab, yang artinya perahu terdampar.

          Bislab bagi Korpala Unhas sebagai entri point dalam melakukan aktivitas Pendidikan Dasar, karena dikawasan ini terdapat dua bidang operasional yang lagsung dapat diperkenalkan kepada anggota muda seperti Susur Gua dan Panjat Tebing dengan lokasi yang saling berdekatan, selain itu beberapa materi dapat diaplikasikan dengan mudah karena alam telah meyiapkannya untuk kita maknai, lokasi yang relative terjangkau menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi oleh organisasi Pencinta Alam (PA) dan Civitas Akademika, hal ini terlihat pada saat-saat pengkaderan Mahasiswa baru, dibeberapa titik terdapat beberapa organisasi BEM dan SENAT melakukan pengkaderan Mahasiswa Baru pada waktu bersamaan. Selain itu juga kawasan ini merupakan tempat persinggahan mobil angkutan yang akan keluar daerah sekedar mengisi kokosongan perut selama perjalanan dengan menu khas Maros yaitu Gogos….
          Kasawan ini juga dalam waktu dekat ini akan dilengkapi dengan wahana Waterboom sebagai lokasi rekreasi untuk mengisi waktu libur anda, tentunya bagi anda yang memiliki balita jangan khawatir karena di tempat ini juga akan disediakan kolam khusus buat balita, anak-anak dan kolam renang untuk orang dewasa….


 











Dokumentasi: Korpala Unhas

Tebing Bambapuang

          Bambapuang adalah nama salah satu desa dimana tebing Bambapuang berada, secara administrative, Desa Bambapuang berada dalam wilayah Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Kondisi geografis Bambapuang adalah wilayah pegunungan yang didominasi oleh hamparan batu gamping yang membentuk bukit-bukit terjal. Ketinggian wilayah bervariasi berkisar 1000-1100 mdpl. Pengaruh ketinggian ini merupakan salah satu peyebab cuaca yang relative dingin di Bambapuang seperti halnya daerah ketinggian lainnya di Enrekang.

           Kalangan penggiat alam terbuka lebih mengenal daerah ini karena keberadaan Gunung bambapuang (1100 mdpl) utamanya para pemanjat tebing, Karena pada bagian selatan gunung Bambapuang terdapat tebing dengan ketinggian rata-rata 80-150 meter. Bahkan keberadaannya telah telah menjadi kiblat kegiatan panjat tebing yang dating dari penjuru tanah air. Tercatat lebih dari 30 tim telah mendatangi tempat ini.
Gunung Bambapuang adalah rangkaian dari hamparan batu gamping Formasi Makale dan Toraja yang memanjang dari selatan ke utara. Daerah penyebaran batuan mulai dari Enrekang sampai ke Tana Toraja. Selain sebagai daerah yang diminati kalangan petualang, Panorama alam yang dimiliki Bambapuang merupakan salah satu daya tarik tersendiri sehingga banyak orang mengunjungi tempat ini untuk tujuan berlibur atau rekreasi. Obyek wisata alam yang ditawarkan berupa pemandangan aliran sungai Sa’dang disebelah barat dan pemandangan Buntu Kabobong di bagian timur yang dapat dinikmati bebas dari puncak Bambapuang. Untuk keperluan wisata, pendakian Bambapuang biasanya melewati jalur utara, waktu tempuh sekitar 2 jam dari Dusun Kasambi yang berada tepat di kaki Gunung Bambapuang.
          Lereng-lereng disekitar Bambapuang pada umumnya dimanfaatkan penduduk setempat sebagai lahan pertanian. Komoditi unggul yang dibudidayakan petani setempat adalah tanaman hortikultura seperti kentang, Lombok, bawang, jagung, kacang tanah, dan buah-buahan seperti papaya, jeruk, rambutan dll.
Sebelah selatan Bambapuang terdapat Dusun Kotu yang merupakan perkampungan terdekat untuk mengakses tebing bagian selatan Bambapuang. Dasar tebing dapat diakses dari Dusun Kotu dengan berjalan kaki berupa jalan setapak sejauh 3 kilometer. Pada musim kemarau, jalanan dapat dilewati kendaraan roda dua (motor).

           Lokasi Tebing Bambapuang dapat diakses dengan Mobil Bus dari Makassar-Enrekang melewati beberapa Kabupaten yaitu : Maros, Pangkep, Barru, Kota Madya Pare-Pare, dan Sidrap, Waktu tempuh rata-rata 6-7 jam samapi Dusun Kotu Desa bambapuang Kabupaten Enrekang. Dusun Kotu berada pada jalur poros Enrekang menuju Tana Toraja.

Dokumentasi: Korpala Unhas

Tebing Lakisan Enrekang

Tebing Lagisan yang terletak di daerah Anggeraja, Kabupaten Enrekang menjadi ujian selanjutnya bagi para bajing setelah membuat 3 jalur baru di tebing Lopi-Lopi,Leang-Leang, Kabupaten Maros. Sebelum menjajal cadas Lagisan setelah sempat vakum selama 3 tahun dalam pembuatan jalur di tebing oleh para bajing di divisi panjat tebing KORPALA UNHAS akhirnya pada tanggal 21 – 24 Januari 2011 dengan mengambil nama team bajing is back…# 1 memulai petualangan memanjat dengan membuat 2 jalur baru yaitu jalur artificial “bajing is back” dengan ketinggian ± 45 meter dan jalur sport “ tangga bambu” ± 12 meter di tebing Lopi-Lopi,Maros yang beranggotakan 8 orang yaitu : Chummink469,Fadli,Ichi,Nanank,Madhi,Ucham,Aroel and Lumay. Selanjutnya di bulan februari 2011 pada tanggal 12-15 team bajing is back…#2 kembali menjamah tebing Lopi-Lopi,Kabupaten Maros dengan menyelesaikan jalur artificial setinggi ± 65 meter. Jalur ini diberi nama Jalur Almarhum (Ismed) “in the End”. Penamaan jalur ini untuk mengenang almarhum Ismed Wahyudi dan Kadir J yang pertama kali memanjat di jalur ini dan telah meminta persetujuan saudara Rimba yang ikut memanjat dan menjadi mentor bagi kedua almarhum . Setelah 5 kali diadakan pemanjatan di jalur ini dengan team yang berbeda akhirnya jalur ini selesai juga hingga puncak tebing. Team bajing is back…# 2 sebagai team ke 5 yang memanjat di jalur ini beranggotakan 7 orang yaitu : Chummink469,Jalal,Fadli,Ichi,Nanank,Baim, dan Lumay.
Tibalah saatnya para bajing menjajal big wall Lagisan yang berada di Kabupaten Enrekang. Setelah pertama kali dipanjati pada tahun 1995 yang terhenti di ketinggian ± 75 meter tidak pernah ada lagi pemanjatan di tebing Lagisan. Pada tanggal 28 februari sampai 4 Maret 2011 team bajing is back…# 3 melakukan pemanjatan dengan sukses sampai puncak tebing Lagisan dengan ketinggian ± 130 meter yang diberi nama “ Jalur project 22A”.

Team pemanjat/climber membuat VI pitch disebabkan jalur ditengah tebing yang sering traverse dan memiliki teras sehingga dapat membuat tali manjat patah dan friksi. Kondisi dasar tebing yang untuk mencapainya harus melalui jalur scramling yang panjang memaksa membuat beberapa angkor untuk lintasan di jalur scramling tersebut sehingga diputuskan setelah mencapai ketinggian ± 45 meter team pemanjat/climber melakukan alpine beralaskan cadas tebing Lagisan selama 3 malam. Kondisi batuan yang rapuh membuat pemanjat harus ekstra hati-hati dan menggunakan helmet standard untuk menghindari batu jatuh. Setelah 5 hari bergelut dengan kerasnya cadas Lagisan akhirnya team bajing is back…# 3 mecapai puncak tebing dengan penuh rasa syukur. Kali ini team bajing is back…#3 beranggotakan 8 orang yaitu Jalal,Chummink469,Fadli,Ahmad,Fahmi,Rimba,Lumay dan Laga.
Akhir kata team bajing is back…#3 mengucapkan special thanks kepada saudara-saudara di Korpala yang masih memiliki adventure soul dan telah memberikan sumbangan yaitu : idham(11),halim(11),Laga(11),erni(11),Syam(14),Ardi(14),Isma(15),Haryadi(17). Karena spritmu lah saudara-saudaraku se- KORPALA team bajing is back…dapat memanjat lagi.
to be continued…

(Enrekang, 5 Maret 2011, bajing is back…)
Penulis : Lumay
Dokumentasi : Korpala Unhas



Tebing Tontonan (Mandu)

Kabupaten Enrekang memang menawarkan objek petualangan yang sangat menarik. Media petualangan yang sangat menantang menjadikan Kab. Enrekang sebagai idola bagi penggiat alam bebas di Sul-sel. Gunung tinggi, Gua, Tebing-tebing dengan ketinggian rata-rata diatas 100 meter adalah ciri khas daerah ini. Dearah ini juga dikenal dengan hasil pertanian yang sangat terkenal dimana-mana. Diantaranya Salak Duri, Bawang, Kentang dan hasil tani lainnya. Secara admistrati tebing ini terletak di Dusun Tontonan, Kelurahan Tanete, Kec. Anggeraja. Dan secara geografis terletak pada E = 119' 48' 40" BT dan 3' 25' 13" LS

Diantara tebing-tebing yang terdapat di enrekang, Tebing Mandu' (Tontonan adalah tebing yang sangat menantang dari tebing-tebing yang lain. Tebing ini juga dikenal dengan kuburan tuanya yang sampai sekarang masih ada. Jejeran kuburan Tua (Mandu') yang berjejer disepanjang dasar tebing adalah sebuah warisan leluhur yang patut untuk kita jaga dengan baik. Terjalnya tebing Mandu ini jaka dilihat dengan sepintas seolah tanpa ada cacat batuan sehingga membuat para pemanjat untuk menjakinya.

Banyak para panjat tebing yang telah melakukan pemanjata ditempat ini diantaranya , KORPALA UNHAS, MAPALA POLITEKNIK, MAPALA 45 MKS, METRO EXPDTION, MAPALA UMI, TIM PUTRI SERITI dll.

Tebing ini berada tepat dipinggir jalan poros sehingga hampir seluruh masyarakat mengetahui jika ada pemanjatan yang dilakukan ditempat ini. Untuk menuju ke titik pemanjatan ada hal yang menantang yang harus kita lalui yaitu menyeberangi sungai yang sedikit deras. Dari permukaan sungai ke titik pemanjatan harus dilakukukan dengan pemanjatan Artificial setinggi 20 meter dengan melewati banyak pohon-pohon kaktus yang siap menancapkan duri tajamnya ditubuh kita. Dan pemanjatan akan lebih seru jika kita menggunakan Tyrolean untuk aktivitas penyeberangan. Kekokohan dinding-dinding batu tebing Mandu akan menjadi tantangan para pemanjat.

Nama-nama Tebing di Kab. Enrekang
1. Tebing Bambapuang 170 meter, Dusun.Kotu, DEsa.Bambapuang, Kec.Anggeraja
2. Tebing Mandu'/Tontonan 140 meter, Dusun.Tontonan, Kel. Tanete, Kec. Anggeraja
3. Tebing Mammiri/Tontonan 150 meter, Dusun.Tontonan, Kel. Tanete, Kec. Anggeraja
4. Tebing Rawinta/Cakke' 120 meter, Kec. Anggeraja
5. Tebing Buntu Batu 140 meter, Dusun.Panyurak, Desa Panyurak, Kec. Pasui/Baraka
6. Tebing Lakisan 80 meter, Dusun.Kotu, DEsa.Bambapuang, Kec.Anggeraja
7. Dan lain-lain.

Dokumentasi: Korpala Unhas