Ankor XX

madhy-adventures.blogspot.com.

Ankor XX

TWKM XXII PONTIANAK.

Selasa, 23 Agustus 2011

Avril Lavigne


Avril Ramona Lavigne Whibley (Tentang suara ini pelafalan Perancis (bantuan·info)(lahir di Kanada, 27 September 1984; umur 26 tahun), atau lebih dikenal dengan nama Avril Lavigne, adalah seorang penyanyi pop-punk, musisi, dan aktris asal Kanada. Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada paling mengagumkan di Hollywood, dan pada tahun 2007 dia memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In The World, berdasarkan pilihan penggemar diseluruh dunia.

Hingga kini, Lavigne telah merilis 3 buah album studio, yaitu Let Go (2002) yang terjual lebih dari 19 juta diseluruh dunia dengan 9 juta di US, Under My Skin (2004) yang terjual lebih dari 12 juta diseluruh dunia dan 4 juta di US, dan The Best Damn Thing (2007) yang terjual lebih dari 9 juta dan 2,5 juta di US. Lavigne juga telah memproduksi delapan singel internasional, diantaranya adalah "Complicated", "Sk8er Boi", "I'm with You", "Don't Tell Me", "My Happy Ending", "Girlfriend", "When You're Gone" dan "What The Hell". Lavigne pun mengisi soundtrack untuk film Alice in Wonderland dengan lagu yang berjudul "Alice". Ia telah menjual rekaman album dan singelnya sebanyak kurang lebih 45 juta diseluruh dunia.

Senin, 01 Agustus 2011

BAHAGIAKU SURGA MEREKA DAN DERITAKU PILU MEREKA (Karya Feby)

Aku berdiri berdiri mengenakan toga ini
di sebuah jalan setapak yang gelap
pandanganku tertuju pada dua orang di kejauhan sana
dengan senyuman yang tak asing di mataku
dua orang yang sangat aku hargai,
dua orang yang sangat aku hormati
aku cintai dan aku sayangi ya.. mereka papa dan mamaku...

Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah terlintas di benakku
atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
mama yang telah mengandungku selama sembilan bulan
mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini
mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
papa yang telah mendidikku, papa yang rela bekerja banting tulang
ikhlas.. mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun

Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka
sering aku tutup kuping ngak mau dengerin nasehat mereka
sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku
sering juga aku banting pintu di hadapan mereka
jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
dan bahkan sering aku mngeluarkan kata kata kasar
yang ngak pantas mereka dengar dari bibirku
dasar cerewet, kuno, kolot

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku
tidak... tidak sama sekali mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku
mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa doa mereka
hingga aku menjadi seperti sekarang ini
ya tuhan... betapa durhakanya aku tak sadarkah aku
bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku

Langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka
dan kupandangi papa dan mamaku inchi demi inchi
badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkriput
kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia
air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini
kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata
Papa... Mama... yang aku berikan hari ini tidak akan cukup
membalas semua yang telah Papa dan Mama berikan selama ini kepadaku
terima kasih ma... terima kasih pa...
aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku

Selasa, 22 Maret 2011

Crop Circle Yang Sesungguhnya

Crop Circle sedang menjadi fenomena, ada yang yakin itu buatan UFO, ada yang yakin buatan manusia. Tetapi, apa yang kita pikirkan setelah ini? Bingung yang pasti dan tak begitu peduli karena tak berpengaruh apa - apa dalam hidup kita, dan akhirnya banyak tuduhan yang dialamatkan pada penguasa negeri ini, bahwa hadirnya fenomena Crop Circle hanyalah pengalihan issue untuk sedikit membuat orang Indonesia lupa dengan permasalahan penguasa negeri, semisal kasus Gayus, Century, Lapindo, Presiden SBY si tukang curhat yang minta naik gaji secara halus dan lain - lain perkara. Dan saat ini seperti yang telah di prediksikan, saat Presiden dan Demokrat di ganyang kesana kemari, muncul kabar tentang Teroris di Sukoharjo dan Klaten! Pengalihan issue lagi, bukankah dari dulu jika si Presiden lemah SBY terkena masalah selalu tiba - tiba muncul berita jika Densus 88 menangkap teroris? Coba balik kembali dan ulang ingatan kita.

Sekarang ada Crop Circle yang sesungguhnya muncul, yang semoga bukan pengalihan issue, tetapi bisa menjadi pengingat penguasa negeri agar ingat Tuhan dan ingat perilaku memalukan para petinggi yang katanya tanpa korupsi dan sukses.



Semoga LAPAN semakin bingung, siapa yang membuat? Apakah UFO benar - benar ada? Semoga sepakbola Indonesia bisa semakin maju jika Crop Circle di atas di laksanakan dan di yakini.

Andalkan Tuhan

Mengandalkan Tuhan dan segenap kuasaNya, lebih baik daripada sekedar berucap dan bertindak pasrah dan cenderung menyerah, apapun itu beban yang disandang. Cobalah ubah paradigma kita, bahwa tak ada yang tak bisa kita lalui, tak ada yang buat kita menyerah, selama di jalur yang benar dan terpercaya. Sebagai kiasan, mendaki seberapapun tingginya gunung, selama kita di jalur yang benar dan mempersiapkan diri serta percaya dengan baik, niscaya, tak ada yang mampu menghalangi kita menggapai puncak megahnya.


Ada sebuah kisah yang penuh hikmah.

Ada seorang pria yang putus asa dan mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan dan berhenti hidup. Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan, "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?" Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, " Coba lihat ke sekitarmu...Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?"

" Ya " jawab pria itu.

" Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air, Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah "

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. "Aku tidak menyerah" kata TUHAN.

Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

" AKU tak akan memberi cobaan yang tak sanggup diatasi ciptaan-Ku " kata TUHAN kepada pria itu. " Tahukah kamu, anak-Ku...Di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar - akar?”

" AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga tak akan meninggalkanmu "

" Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

" Bambu mempunyai tujuan yang berbeda dengan pakis, Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah "

" Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi. Asal tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana dan jalan hidupmu "

Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Tuhan maha pencipta, Tuhan menciptakan yang ada di alam semesta, Tuhan menciptakan segalanya. Lalu, apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Apakah kejahatan itu ada? Pertanyaan ini pada satu masa di gunakan oleh seorang profesor, di ajukan kepada para mahasiswanya. " Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? "


Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, " Betul, Dia yang menciptakan semuanya ". " Tuhan menciptakan semuanya? " Tanya profesor sekali lagi. " Ya, Pak, semuanya " kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, " Profesor, boleh saya bertanya sesuatu? " " Tentu saja," jawab si Profesor.

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, " Profesor, apakah dingin itu ada?"

" Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu? " Tanya si profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, " Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. "

Mahasiswa itu melanjutkan, " Profesor, apakah gelap itu ada? "

Profesor itu menjawab, " Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, " Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, " Profesor, apakah kejahatan itu ada? "

Dengan bimbang profesor itu menjawab, " Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, " Sekali lagi anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


Ref: Belantara Indonesia

Jangan Buang Sampah Di Gunung

Sampah di gunung dasawarsa ini terasa lebih menggunung daripada gunung itu sendiri, saat Merapi masih dengan puncak Garudanya, di lereng depan puncak Garuda, sampah bertebaran dengan gembira, seolah tak peduli dengan empunya alam. Di Merbabu, lebih parah lagi, bau kotoran manusia bercampur dengan sampah lain, saat angin bertiup, bau semakin hampir merontokkan bulu hidung!

Tips agar hindari membuang sampah saat di gunung:

1. Saat ingin membuang kentut, usahakan jangan saat angin bertiup besar dan anda berada di depan rombongan, karena selain bunyi yang mengagetkan, juga bau akan keluyuran ke belakang, ke arah rombongan, apa yang terjadi? Jika ada yang pingsan, anda yang bertanggung jawab penuh.

2. Saat ingin buang air besar, carilah tempat yang terlindung, atau sebuah sungai yang mengalir. Bila tak ada sungai, galilah tanah dahulu, lalu buang air besar anda, setelah selesai, timbun kembali lubang dengan tanah. Jangan biarkan menganga, karena akan menjebak kaki pendaki lain. Coba bayangkan jika kaki kita yang terjebak dalam lubang tadi?

3. Saat ingin buang air kecil, carilah tempat yang juga terlindung, semisal di semak belukar atau di rimbunnya pepohonan. Jangan sekali - kali kencing di tenda!


4. Bawalah tas plastik besar untuk membawa kembali sampah perbekalan kita turun menuju basecamp, kemudian kita buang di tempat semestinya. Jangan biarkan gunung menerima yang bukan haknya. Biasanya bisa di terapkan dalam kegiatan pendakian ber type Bersih Gunung.


5. Sampah plastik dan lain - lain sebaiknya tidak di bakar di atas gunung, karena akan menimbulkan kebakaran, tetapi bawa kembali sampah turun, kemudian jika ingin di bakar, bakarlah di basecamp, tanpa ikut membakar basecampnya!

Masih banyak sebenarnya metode ikut andil peduli bumi, tetapi yang di atas adalah hal yang sederhana dan bisa kita lakukan selama kita mau dan mampu. Mudah bukan? Stop Meremehkan Alam!

Korpala goes to Darwin

Oleh : Andi Mulatauwe | 28-Okt-2010, 11:59:32 WIB


Kabar Indonesia - “Survive With KORPALA” yang merupakan moto penjiwaan lahir batin anggota Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala-Unhas) terhadap kecintaan mereka terhadap alam. Kecintaan yang kembali dibuktikan dengan Ekspedisi Pelayaran Akademis II' (EPA II)“.

Hal ini merupakan pelayaran kedua Korpala Unhas ke luar negeri, setelah berlayar dengan perahu Sandeq ke Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Pada Ekspedisi Pelayaran Akademis I (EPA I) tahun 1996, Korpala-Unhas berlayar dengan rute Sulawesi–Selatan, Kalimantan, Sabah, Brunei, Serawak, Singapura, Riau, Jawa dan kembali ke Sulawesi Selatan.
Pelayaran ini menunjukkan betapa tingginya daya ‘survive’ mereka, karena kali ini menuju Australia dengan perahu Sandeq yang telah berumur 15 tahun. Perahu tua itu kini dipakai bersimulasi untuk menguatkan kekuatan tim dan kesiapan awak perahu menuju pengarungan samudera yang lebih jauh.

Simulasi dilakukan selama 10 hari (6-16 September) di Pambusuang, Polewali Mandar. Untuk perahu setua itu, kemampuan survival harus terpadu dengan keberanian mengarungi laut dengan keterbatasan pengadaan perahu. Perahu tua, daya survival yang tinggi, keberanian dan keandalan tim, merupakan satu penanda bahwa nenek moyang orang Sulawesi bukan hanya pelaut pemberani, tapi cucu-cucu mereka di generasi terkini, juga demikian.

Pewarisan nilai-nilai keberanian pelaut Sulawesi terwariskan pada setiap gelombang nadi para pengarung samudera ini. Pelayaran ini menelusuri jejak-jejak pengarungan samudera, para pelaut Sulawesi di beberapa titik persinggahan sebelum masuk ke Australia.

Kemampuan Sandeq dalam pelayaran samudera disebutkan pernah mengarungi Singapura, Malaysia, Jepang, Mandagaskar, Australia dan Amerika (http://indotim.net). Dengan EPA II, maka tersisa lagi tiga wilayah yang akan dilayari yakni Jepang, Mandagaskar dan Amerika.

Pengarungan ini menjadi promosi etnik dalam dunia kemaritiman, sebagai bentuk rekonstruksi keberadaan pelaut ulung masa lalu. Pelaut-pelaut itu kini mewariskan semangat mereka dalam keberanian yang tercerdaskan secara akademis. Selama masa pelayaran ini, diadakan pula seminar kemaritiman untuk membedah nilai-nilai kemaritiman dalam ranah intelektual.

Dengan demikian, keberanian di laut terimbangi pula dengan kecerdasan di setiap gulungan ombak. Sisi antropologi dan sejarah yang menjembatani dua budaya antara Sulawesi dan Aborigin, maupun budaya yang terkait menjadi pembahasan ilmiah dalam seminar tersebut.

Di akhir Oktober, para atlet EPA II ini melakukan pendataan daerah pesisir Sulawesi Barat, sebagai bagian dari aktivitas ilmiah dalam pelayaran akademis ini. Guswan, ketua tim ekspedisi memberikan jalur detil EPA II dalam Tempo Interaktif (27/6/10). Ia menyebutkan, jalur pelayaran ini dari Makassar ke Pulau Aborigin Australia Utara.

Jalur ekspedisi ini berawal di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, lalu perahu bergerak ke Makassar. Dari sini kemudian berlayar ke Pulau Selayar, selanjutnya keluar dari Selat Makassar menuju Pulau Alor. Selepas Alor, tim akan melipir ke pulau kecil di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya memilih jalur nelayan Marege, dengan pertimbangan peluang dari karakter keganasan alam yang datang baik dari barat maupun timur tetap akan membawa perahu ke pesisir Aborigin, bagian utara Australia. (http://www.tempointeraktif.com). Dengan memilih jalur nelayan Marege, berarti Korpala-Unhas akan merekonstruksi dan merevitalisasi ketangguhan pelaut Sulawesi di jalur yang hanya dilewati para pemberani.

Di tengah persiapan EPA 2, dengan Sandeq tua itu, memang terdapat realitas ironi dari perahu tersebut. Sandeq makin tersisih, terkalahkan oleh keberadaan perahu mesin (Fajar, 3/10/05). Nelayan lebih memilih perahu bermesin dengan alasan lebih praktis.

Sandeq memang hanya jaya dalam seremoni dan perayaan gempita perlombaan. Perahu kebanggaan masyarakat Mandar, hanya terdengar dengung kejayaannya setahun sekali dalam 'Sandeq Race'. Kejayaan seremonial di setiap hari perayaan proklamasi kemerdekaan tersebut, tidaklah bisa mengembalikan kejayaan Sandeq.

Pelaut ulung di masa silam, tak menggunakan Sandeq untuk beberapa piala, penghargaan dan piagam maupun hadiah berupa uang. Di masa lampau, para pelaut ulung di atas perahu itu, mengapungkan kehidupan dalam keandalan sebagai manusia pemberani, karena mempertaruhankan nyawa di laut lepas.

Kejayaan Sandeq tak lagi terpelihara sebagai suatu budaya, tapi berkecenderungan menuju titik menurun sebagai aktivitas perlombaan olahraga belaka. Korpala Unhas, berkehendak merekonstruksi keberanian para pelaut ulung Sulawesi.

Mereka yang dulu berlayar ke Australia Utara, demi mempertahankan hidup keluarga yang ditinggalkan adalah persembahan keberanian yang tak terkatakan. Inilah budaya Sandeq yang tak bisa diapungkan hanya dengan perlombaan. Ketika segala sesuatu hanya dijadikan objek perlombaan, maka budaya telah dilunturkan untuk menjadi siapa menjadi nomor satu, tercepat dan terdepan dalam mengarungi laut.

Ini merupakan sisipan dari luar yang merusak nilai budaya kearifan lokal. Berlomba dan terus berlomba, adalah kebudayaan festival dari Barat, bukan ranah orisinil kultur masyarakat Sulawesi. Dalam laporan Fajar yang juga diposkan kembali oleh Mandar Online disebutkan, “Sandeq memang merupakan kebanggaan, tapi pada suatu saat hanya akan menjadi kenangan masa silam tanpa upaya yang konkret untuk menyelamatkannya.”

Saat yang dicemaskan oleh Fajar dan Mandar Online, tak akan terjadi sebagai kenangan masa silam belaka. Pelayaran EPA I dan EPA II, merupakan usaha konkret KORPALA-Unhas untuk siap menyelamatkan aset budaya ini. Penyelamatan yang sesuai dengan moto, “Survive With Korpala” .

Sisi kebudayaan yang sangat mengakar antara Sandeq dan orang Mandar yakni kondisi alam mengajarkan kepada masyarakat Mandar bagaimana beradaptasi untuk mempertahankan hidup (meminjam bahasa Durkheim, Struggle for Survival) dan membangun kebudayaannya (http://melayuonline.com). “Struggle for Survival” ala masyarakat Mandar bertemu dalam moto “Survive With Korpala” di ekspedisi ini.

Dalam situs itu disebutkan tentang adaptasi untuk mempertahankan hidup, membuat masyarakat Mandar memiliki pengetahuan yang berhubungan dengan laut. Pengetahuan itu yakni berlayar (paissangang asumombalang), kelautan (paissangang aposasiang), keperahuan (paissangang paalopiang), dan kegaiban (paissangang).

Pengejawantahan dari pengetahuan tersebut di antaranya adalah: rumpon atau roppong dan Perahu Sandeq. Rumpon merupakan teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan yang diciptakan oleh para pelaut Mandar. Perangkap ini terbuat dari rangkaian daun kelapa dan rumput laut. Perahu Sandeq merupakan perahu layar bercadik yang khas Mandar, ramah lingkungan, dan tercepat di kawasan Austronesia.

Dengan perahu tercepat inilah, para pengarung laut muda itu bersama perahu tua, menunjukkan kepada dunia, usia bukanlah penghalang. Bagi mereka yang muda. Inilah saat untuk menggulung lebih banyak pengalaman dengan makan garam di laut yang bergejolak.

Tak ada pelaut ulung, di laut yang tenang. Garam terasa lebih gurih, bila langsung diciduk dari gelombang yang tinggi. Perahu tua itu juga bisa berkata kepada siapapun, bahwa kayu tak lapuk dalam umur yang bergerak. Kayu hanya lapuk dalam umur yang diam dan tak dipergunakan untuk apapun.

Mapala Se-Indonesia

JAKARTA
1. Medical FK Univ Tarumanegara
2. Pataga UNTAG
3. Stupala Univ Borobudur Univ Borobudur
4. Mountaineer 52
5. Aesthetica ISTN
6. Girigahana UPN
7. KMPA Ekacitra IKIP
8. Kapa UI
9. Mapala UI
10. Stapala STAN
11. Aranyacala Univ Trisakti
12. Mega Untar FK Univ Tarumanegara
13. YCABI IISIP IISIP
14. Ompa Tapal IISIP IISIP
15. Pasmax
16. Vanaprastha
17. Marsipala FT Untar Univ Tarumanegara
18. Agrawitaka Univ Prof Dr Mustopo (beragama)
19. Impeesa STIE Perbanas
20. Krisnapala Univ Krisnadwipayana
21. Mapalabi
22. Mapala ABA LPI Indonesia ABA LPI Indonesia
23. Wanapala
24. Camp Stick APP Kampus APP
25. Dhamapala APP Kampus APP
26. Himapala UNAS UNAS
27. Makopala STIK Budi luhur
28. Tramp
29. Arga Ganeca Univ Atmajaya
30. Mahidhara
31. MPA AKADEMI BANK INDONESIA AKADEMI BANK INDONESIA
32. Harsha Pratala STEKPI STEKPI
33. MAPALAYA (MPA.UNIV.JAYABAYA) UNIV.JAYABAYA
34. Himappa STIE Swadaya
35. Astadeca Poltek UI Marganda
36. Talaseta FE Univ.Pancasila
37. Wanacala Univ.Atmajaya
38. Cicera Univ.Pancasila
39. Mapa IISIP Kampus IISIP
40. Edelwels FE Univ Atmajaya,
41. Sapala Ft.UKI
42. SWATALA Univ.Marcubuana
43. MAPALHID Inst.Tek.Al kamal
44. Palmater STMIK Indonesia
45. Manunggal Bawana ITI
46. Wamapala Satyagama
47. Pandapa Univ Darma Persada Pondok Kelapa
48. Meturi UKI Jakarta
49. Imapala Univ. Muh.Prof.Dr.Hamka
50. Mapasat Akademi Tek.Sapta Taruna
51. UMTALA Univ.Mpu Tantular
52. Unisaspala Univ.Islam As-syafiiyah-
53. ARCHAEOPTERIX STTD
54. STACIA - Univ Muh Jakarta
55. Mapena Univ.Muhamadiyah
56. MALAPATI UBK
57. MAPAPTRI(MAHASI SWA PECINTA ALAM PARIWISATA TRISAKTI)


CILEGON-BANTEN
1. MAPALA KRAKATAU FT Univ Sultan Ageng Tirtayasa,
2. Mahasiswa Pecinta Alam STMIK Cilegon
3. MALILA (Mahasiswa LP3i Pecinta Alam)
4. Mapala Lentera-Unsera
5.Mapala Gempa Baja-STMIK Serang
6.Mahapeka-IAIN Serang
7.Matapala-STIA Serang
8.Mapalaut-Untirta Serang
9.Mapa Amic-Amikom Serang
10.Mapalasiu-STIKOM Cilegon
11.Mapala UPI-Serang
12.Mapala Benteng Alam-UNIS Tanggerang
13.Mapala Aryasatya-STMIK PGRI Tanggerang
14.Mapala Ganesha-STMIK Tanggerang
15.Mapala Himala-Pandeglang
16.Palapa-Rangkas


JAWA BARAT
1. ASTACALA Kampus STT Telkom Gedung I
2. ATLAS MEDICAL PIONEER FK. UNPAD
3. BARAWANA UNJANI
4. BRAMATALA, Univ. Widyatama
5. DEWADARU AMIK
6. FPTI
7. GANDAWESI FPTK IKIP
8. GIDEON
9. GIRI MAYA
10. GIRIRAYA UNINUS
11. GUATEMALA UNINUS
12. HIAWATA
13. HIMAPA STIE YPKP
14. HIMBLO Fak. Biologi UNPAD
15. HIMPALA ITENAS
16. HIMAPALA- STT MANDALA
17. HIPAMA AKTRIPA-STIE YAPARI 022 2111027
18. JANA BUANA
19. JANTERA Geografi IKIP
20. JAYAWIJAYA
21. KAMUKA PERWATA (KAPA) FT UI
22. KMPA GANESHA ITB
23. KOLOMETAL STT TEXTIL
24. LAWALATA IPB Kampus IPB Dermaga
25. MAHACILIA A2B
26. MAHACITA IKIP
27. MAHAPEKA IAIN
28. MAHATALA
29. MAHATALA STTIB
30. MAHITALA UNPAR
31. MAPA Gunadharma Gunadharma
32. MAPAGRI ITA
33. MAPAK ALAM UNPAS
34. MAPALA Univ. Jend A. Yani
35. MAPALASKA Univ.Singaperbangsa
36. MAPALIH AIN/FE UNBAR AIN/FE UNBAR
37. MAPELLA UNIV. LANGLANG BUANA
38. MAPEKA Univ. MARANATA
39. MAPENTA UNISBA
40. MARGASOPHANA IKIP
41. MAWARGA FAPERTA UNBAR
42. MPA ATMAWANA Univ. Ibnu Khaldun Bogor
43. NYMPHEAE Jur. Biologi ITB
44. PAL IKOPIN IKOPIN
45. PAL Rimbawan
46. PALAWA-AKPI
47. PALATRA Jl Cikutra Baru (STIE TRIDARMA)
48. PALAWA Univ. PADJAJARAN
49. palapa (pecinta alam politeknik pajajaran bandung)


YOGYAKARTA
1. BMC Akademi Akutansi YPKN Yogyakarta
2. CARAVAN Fak. Peternakan UGM, Yogyakarta
3. GALAKSI 54 Universitas Proklamasi 45
4. GAPADRI Mapala STTNAS Yogyakarta
5. GAPPALA Univ. Duta Wacana
6. GEGAMA Fakultas Geografi UGM
7. GEODIPA Fakultas Teknik UGM
8. HIPALIV IKIP Veteran
9. JANAGIRI Univ. Janabadra
10. KAMAPALA INTAN Institut Pertanian Yogyakarta
11. KAPALASASTRA Fak. Sastra UGM Bulaksumur Yogyakarta
12. MADA WIRNA Gelanggang Mahasiswa UNY
13. MADAPALA Universitas Ahmad Dahlan
14. MAGMAGAMA Fak, Tek. Geologi UGM,
15. MAHIMPA IKIP Muhamadiyah
16. MAPAGAMA UGM Gelanggang Mahasiswa,
17. MAPAKU Fak. Kedokteran Umum UGM, Bulaksumur Yogyakarta
18. MAPALA AKUP ARWAGA Purwanggan Yogyakarta
19. MAPALA BANGKEL
20. MAPALA GREEN PALM ABAYO
21. MAPALA KAPAKATA Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
22. MAPALA PRAJAPATHI Akademi Arsitektur YKPN
23. MAPALA STTL
Jl. Janti Km. 4 Gedung Kuning Yogyakarta
24. MAPALA TUNA PATRIA APMD
Jl. Timoho Yogyakarta
25. MAPALA UMY Kampus UMY
26. MAPALA UNISI Universitas Islam Indonesia
27. MAPALA UPN UPN Veteran Yogyakarta
28. MAPALASKA Kampus IAIN
29. MAPALISTA IST AKPRIND,
30. MAPAPERTA Fak. Pertanian Sarjana Wiyata
31. MAPASADHA Universitas Sanata Dharma
32. MAPASTIE YKPN STIE YKPN,
33. MAPEAL AMP YKPN Kampus komplek Balapan Yogyakarta
34. MATALA BIOGAMA Fakultas Biologi UGM
35. MATEPA FNT UGM Kampus UGM, Bulaksumur Yogyakarta
36. MAYESTIK 55 Fak Hukum UGM , Bulaksumur Yogyakarta
37. MPA Cakrawala STIE Widya Wiwaha
38. MPA ELGAMAZI Akademi Gizi Depkes RI, Yogyakarta,
39. MUSHROOM Sekolah Tinggi Ekonomi Yogyakarta
40. PALAPSI Fak. Psikologi UGM , Bulaksumur Yogyakarta
41. PALLAWA Univ. Atmajaya
42. PALMAE Fak. Ekonomi UGM, Bulaksumur Yogyakarta
43. PLANTAGAMA Fak. Pertanian UGM, Bulaksumur Yogyakarta
44. RIPALA( Arama Riau Pencinta Alam)
45. SASENITALA ISI Kampus ASRI Gampingan Yogyakarta
46. SETRAJANA FISIPOL UGM
47. SILVAGAMA Fak. Kehutanan
48. WAMADIKA STMIK AKAKOM
49. WAPANTARA STIMIK DIAN NUSWANTORO,
50. REPALA BHIPA
51. DELTA MOUNTAINEERING & SCINCE CLUB
52. MERMOUNC Yogyakarta
53. ARWAGA
54. FPTI


JAWA TENGAH
1. MAPALA MITAPASA
2. GOPALA VALENTARA
3. GARBA WIRA BHUANA
4. HIPALA (himpunan insan pecinta alam)
5. Sentraya bhuana
6. Nitrogen
7. SANPALA 313


JAWA TIMUR
1. MAPENSA FAPERTA
2. AKASIA Fak. Hukum Univ. Jember
3. MAPALA UMJ Univ. Muhamadiyah Jember
4. IMAPALA STIE MANDALA
5. MAHAPALA D3 F.SASTRA UNIV. JEMBER
6. DIMPA Univ. Muhamadiyah
7. HIMPAS VIGENECVARA STIE
8. WIGAPALA Kampus II Univ. Widyagama
9. HIPAWIDHA Univ. wisnu Wardhana
10. GENENDRAGIRI Poltek Unibraw
11. IMPALA Univ. Brawijaya
12. KAPA 85 Univ. Gajayana
13. IMPA EDELWEIS STTIBA
14. GEMAPITA FKIP Univ. jember
15. SWAPENKA F.Sastra Univ. Jember
16. MAHAPENA Fak. Ekonomi Univ. Jember
17. KAMAPALA RANTI PAGER AJI Univ. Islam
18. SIKLUS UKPLH ITS
19. MAPAWIKA, MAPAWIDYA KARYA
20. PARAGIRINDRA IST Palapa
21. GHUBATRAS Univ. Bangkalan
22. PARADISODA STIMI
23. IMAPAL STIEKEN STIKEN Jaya Negara
24. JONGGRING SALAKA Univ. Negri Malang
25. MAPAWIKA Univ. katolik Widyakarya
26. MAHAPALA STIA
27. IMAPALA Univ. Merdeka
28. WAMPELHI STIH
29. HIMAKPA ITN
30. HIMAPALA Univ. Negri Surabaya
31. HMPA BEKISAR Poltek Pertanian Univ. jember
32. PATAGA UNTAG
33. MAHISAPALA Univ. WR. Suprapman
34. MPA WIKAR UNIV WIDYA KARTIKA
36. PAWITRA IKIP PGRI
37. HIMAPASTI STIKOM
38. MAPALAS Univ. Dr. Soetomo
39. MAHAPALA UPN Veteran
40. WANAPUBA UNIV PUTRA BANGSA
41. MAPALA KAWARU Univ. Wijaya Kusuma
42. MAPAUS UBAYA Univ Surabaya
43. MAPALA STIE PERBANAS
44. MAHAPALA STIESIA
45. WANALA UNAIR
46. KPLA FKG UNAIRJl Prof Dr Moestopo Surabaya
47. AESCULAP Kampus FK Unair
48. HIMPA WISNU CITRA IKIP PGRI
49. TERAS TIMUR GEMA Kampus Ketintang Surabaya
50. MAPAS ITATS
51. PANCALIUNIKAR Univ Kartini
52. MAPARA Univ Bhayangkara
53. MAPALSA IAIN Sunan Ampel
54. MATRAPALA Univ Kristen Petra
55. WATALA Univ Muhammadiyah
56. MAPALA JALAWIRA Univ Hangtuah
57. HIMAPAUS Kampus I STIE Urip Sumoharjo


BALI
1. MAPALA MITRA SATYA BUANA (Univ. Pendidikan Nasional)
2. MAPALA CAKRA BUANA POLITEKNIK Negeri Bali,
3. MAPALA CITTA MANDALA UNIV. WARMA DEWA
4. KPA SASDA (SASTRA DAERAH) UNIV. DWIJENDRA
5. MAPALA FIKOM UNIV. DWIJENDRA
6. LOKA SAMGRAHA STKIP NEGERI SINGARAJA
7. WANAPRASTHA DHARMA UNUD
8. MAPALA BUANA GIRI Univ Mahasaraswati
9. MPA “LOKA SAMGRAHA” STKIPN Singaraja
10. PARICAKRA DEWATA KPA
11. BHAYU BUANA TUNGGAL Sekolah Tinggi Pariwista Nusa Dua Bali
12. DHARMA MAHA LOKA STSI Denpasar
13. MPA “dhyana pura” PPLH Dhyana Pura


NTB
1. Palam Akademi Management Mataram
2. Mapala FE Univ Mataram
3. Maternapala Fak Peternakan Univ Mataram
4. Mapala FKIP Univ Mataram
5. Grahapala Rinjani Univ Mataram
6. KAPA - SSC ( Sativa Science Club ) Fak Pertanian UNRAM
7. Wapala Fak Hukum Univ Mataram
8. Mahapala Hendayani IKIP Mataram


NTT
1. Mapala Univ Nusa Cendana



ACEH
1. LEUSER UNSYIAH
2. UMPAL Lhokseumawe


LAMPUNG
1. Matala Stisipol Kampus Stisipol-Stial
2. Poltapala Politeknik Pertanian Unila
3. Racana Raden Intan Kampus Unila
4. Masapala APK
5. Mapala Unila
6. Watala
7. Matrix UM Metro Univ Muhammadiyah
8. MAPEL
9. MASAPALA
10. Katala STIH Muhammadiyah


BENGKULU
1. Ratu Samban Hiking Club
2. Kampala Feperta Univ Bengkulu
3. MAPETALA UNIB Univ.Bengkulu
4. PAFE


JAMBI
1. SIGINJAI Kampus Univ.Jambi Telanaipura
2. MAPALA GITASADA Univ. Batanghari
3. MAKOPALA DIMITRI AMIK
4. MAPALA TAPAK RIMBA AKUBANK Muhammadiyah
5. MAPALA PELANGI BIRU ASM
6. KPA Wahana Anak Elang Alam Gunung
7. KPA Eiger Mountaineering Club
8. KPA Sadar Wisata Pinang Sebatang
9. KPA Ranger Sungai Penuh
10. Gema Cipta Persada
11. Dourchilla Kerinci
12. Yayasan Gita Buana Club



RIAU
1. Mapala Univ Riau
2. PA UNIV RIAU Pangkal Pinang
3. HUMENDALA Universitas Riau Kampus Binawidya
4. HIMAPEKA WARADIPA Univ Lancang Kuning Pekanbaru Riau


SUMATRA BARAT
1. Hippoccrates Emergency Team SEMA FK UNAND
2. KOMMA UNAND KAMPUS FAPERTA UNAND
3. MAPALA BLAISE PASCAL
4. MAPALA GREEN JUSTICE KAMPUS FAK HUKUM UNAND
5. MAPALA IKIP PADANG/MPALH UNP Univ Negeri Padang
6. MAPALA KACU BIRU Univ EKA SAKTI
7. MAPALA PROKLAMATOR Universitas Proklamator Bung Hatta
8. MAPALA UNAND
9. MAPALA UNIV VETERAN REPUBLIK INDONESIA
10. MAPALA VIVO ATIP
11. RAFLESIA FMIPA UNAND
12. WAPALASTIE “KBP” Kampus STIE “KBP”
13. MPU MAPALA POLITEKNIK NEGERI PADANG


SUMATRA SELATAN
1. Gemapala Wigman FH UNSRI
2. Ikatan Mahasiswa Petala UNSRI
3. IMPALM FAPERTA UNSRI
4. Mafesripala FE UNSRI
5. MAFESRIPALA FE UNSRI Kampus FE UNSRI
6. MAPALA BINA DHARMA STIE-STMIK Bina Dharma
7. Metadiga UNSRI
8. Sabak FMIPA Univ Sriwijaya


SUMATRA UTARA
1. HIMALAYA UISU KAMPUS UISU
2. EUREKA Kampus ISTP
3. GASI - UMA Univ. Medan Area
4. GEMPITA UNIKA SHANTHO THOMAS
5. GMPA ITM Institut Teknologi Medan
6. GREEN CAMP Perbanan
7. KOMAPALA PANCA BUDI
8. KOMPAS USU Kampus USU
9. MAHATALA NOMMENSEN
10. PARINTAL FP USU


SULAWESI TENGAH
1. MAPATALA Univ Tadulako
2. SAGARMATHA MPA Kampus Fak Pertanian Univ Tadulako
3. MAPALA SANTIGI FISIP Universitas Tadulako
4. Mahacita Gawalise STIE PB
5. Mapala Unis.Muh.Palu
6. MAPATALA


SULAWESI SELATAN
1. MAHADIPA
2. MAPALA ATMAJAYA MAKASSAR
3. MAPALA POLITEKNIK
4. MAPALA UMI
5. MAPALA SWARA BHUWANA UKI PAULUS
6. MAPALA UVRI
7. IMPALA KAMPUS UNHAS
8. MAPALA STIE YPUP
9. SAR UNHAS
10. MAPALA 45
11. KORPALA UNHAS
12. SINTALARAS
13. MAPALA STIEM
15. KPA GARIS INDONESIA



SULAWESI TENGGARA
1. MAHACALA
2. MAPALA UNSULTRA
3. KORPS CITAKA INDONESIA
4. MAPALA USN


SULAWESI UTARA
1. MPA AVESTARIA
2. JUSTITICA
3. EQUIL


KALIMANTAN BARAT
1. MAPALA UNTAN PKM UNTAN
2. MEPA UNTAN
3. MAPA SILVA
4. Mapala Teknik Fak Teknik UNTAN
5. MAKUMPALA FH UNTAN
6. GEMPAR FKIP UNTAN
7. GEMPA FISIP UNTAN PONTIANAK


KALIMANTAN SELATAN
1. MAPALA PIRANHA FAK PERIKANAN UNLAM
2. MAPALA HUKUM FAK HUKUM UNLAM
3. EKA TRADITHEC KAMPUS UPAYA
4. MAPALA “SYLVA”FAHUTAN UNLAM
5. MPA FISIPIONER Kampus Fisip UNLAM
6. GRAMENIA Gd III Lt 2 FAK PERTANIAN UNLAM
7. WIRA ECONOMICA Mapala Fak Ekonomi
8. ORYSA SATIVA Kamp Uvaya
9. ARGAPALA
10. KOMPAS Borneo Unlam
11. Orpala Kayakat
12. Jakawana
13. Kinabalu Nature Lover
14. Wanariva P.O.Box 160 Banjarmasin
15. Repala Nusantara
16. Waparasa
17. ARGAPALA Lambung Mangkurat
18. IMPAS-B FKIP UNLAM BANJARMASIN


KALIMANTAN TENGAH
1. KMD COMODO MPA UNPAR


KALIMANTAN TIMUR
1. IMAPA UNMUL Univ Mulawarman


MALUKU
1. MAPALA “ KEWANG MALUKU HIJAU” Fak Pertanian Univ Pattimura Ambon 97233
2. MAFISPALA Fak ISIP Univ Pattimura Ambon 97233
3. KELOMPOK STUDI & MAHASISWA PECINTA ALAM Universitas Kristen Maluku Ambon
4. MEPA Fak Ekonomi Univ Pattimura Ambon 97233
5. DARUSSALAM MAPALA (DARMAPALA) Kampus Universitas Darussalam
6. MATEPALA Fak Tekhnik Lt 1 R 8-20 Universitas Pattimura Ambon