Ankor XX

madhy-adventures.blogspot.com.

Ankor XX

TWKM XXII PONTIANAK.

Jumat, 17 Februari 2012

BARGE PIPE CARRIER 1


Ship Repair













Vessel Name: PIPE CARRIER 1
Class: KI
Type of Ship: BARGE
Principal Particulars
Dimension: 54.67 m x 15.24 m x 3.15 m
Arrival: 08/02/2012
Docking: 09/02/2012
Attn: PT. AQUARIA SHIPPING

Setelah kedatangannya di PT. MERANTI NUSA BAHARI taggal 08 februari 2012, BARGE PIPE CARRIER 1 di naikkan ke darat menggunakan slipway.
Kapal 180 feet ini digunakan untuk mengangkut material pipa untuk kebutuhan offshore yang beroperasi di Kalimantan Timur. setelah dilakukan proses balsting yang bertujuan untuk membersihkan karat pada pelat maka dilakukan uji ketebalan pelat oleh pihak BIRO KLASIFIKASI INDONESIA, hasil pengujian merekomendasikan kepada owner untuk replating beberapa bagian pelat yang telah mengalami depormasi lebih dari 20%. 



Bagian pelat yang mengalami depormasi lebih dari 20% termasuk bagian lambung sebelah kanan, linggi buritan dan beberapa titik di bottom bagian belakang.

LCT. ALFA LIMA STAR

Ship Repair LCT. ALFA LIMA STAR


Vessel Name: ALFA LIMA STAR
Class: KI
Type of Ship: LCT
Principal Particulars
Dimension: 42.00 m x 9.00 m x 2.80 m
Arrival: 24/01/2012
Docking: 24/01/2012
Attn: 

LCT. ALFA LIMA STAR yang direparasi di PT. MERANTI NUSA BAHARI sudah hampir  selesai, semua bagian lambung yang mengalami depormasi diganti, termasuk bagian bottom, konstruksi kapal inipun sudah banyak yang mengalami depormasi sehingga atas rekomendasi dari pihak BIRO KLASIFIKASI INDONESIA, owner menyetujui pihak galangan untuk mereparasi total bagian-bagian kapal yang sudah tidak layak.

Menurut keterangan awak kapal, bahwa kapal ini sudah sekitar 6 tahun tidak naik dok, padahal konstruksi dan bagian lambung sudah banyak yang mengalami depormasi sampai terjadi kebocoran, akan tetapi bagian-bagian yang mengalami kebocoran hanya ditutupi dengan cor semen untuk menghindari masuknya air ke dalam tangki muat. Hal ini menyebabkan pekerja PT. MERANTI NUSA BAHARI kewalahan karena selain membongkar bagian pelat yang sudah tidak layak, pekerja juga membongkar cor semen yang terdapat di beberapa titik bagian bottom.

Tidak jauh beda dengan konstruksinya, system penggeraknya juga sudak tidak layak untuk dioperasikan, dimana after bearing shaft propeller sudah harus diganti, begitu juga dengan rudder stock yang mengalami depormasi lebih dari 30%.



Semua pekerjaan repair hanya tinggal finishing dan pengujian hasil pengelasan untuk mengetahui hasil las tidak ada yang mengalami kebocoran, pengujian yang dilakukan dengan menggunakan kapur dan  solar, kapur di olesi secara merata dibagian yang sudah di las, kemudian dari permukaan yang berlawanan di lumuri dengan solar,untuk mengetahui adanya terjadi kerusakan pengelasan, akan terlihat rembesan solar pada permukaan yang sudah diolesi dengan kapur.

Rencanya LCT.ALFA LIMA STAR akan turun dock dalam beberapa hari lagi, setelah lambung kapal dicat dan dipasangnya zinc anoda yang berfungsi untuk memperlambat proses depormasi lambung kapal yang berada dibawah garis air.

Kamis, 16 Februari 2012

PT. MERANTI NUSA BAHARI


PT. Meranti Nusa Bahari
Alamat  : Jl. Sultan Hasanuddin 
                Kariangau KM .9  
                Balikpapan-Kaltim
Telp       : (62) 542 -7162112
Fax        : (62) 542 -740084


SEJARAH
PT. Meranti Nusa Bahari berdiri pada tanggal I April 2008, yang didirikan oleh lr.Badarudin, perusahaan ini bergerak di bidang pekerjaan jasa galangan kapal atau dockyard, pembuatan kapal dan perbaikan kapal, Melayani pemesanan secara perorangan Maupupn perusahaan.

PT. Meranti Nusa Bahari ini didirikan diatas tanah seluas + 6,3 hektar, berlokasi dikawasan industri kariangau Balikpapan yang diperuntukkan se bagai galangan pembuatan dan perbaikan kapal, untuk menunjang pekerjaan jasa, galangan ini dilengkapi dengan Slipway atau jalur luncur dengan panjang slipway = + 222 meter dan lebar total per slipway 18 meter. Dengan lebar per rel 4,5 meter, yang mampu digunakan menampung tongkang dengan Ukuran  300 feet  jumbo. Di areal ini pula dibangun kantor pusat sekaligus workshop P T. Meranti Nusa Bahari.


PRODUK DAN LAYANAN :
1. Dockyard
2. Ship Building
3. Repair

VISI
“MENJADI PERUSAAHAAN GALANGAN KAPAL YANG, BER-KUALITAS, SEHAT, PROFESIONAL DAN BER-ORIENTASI PADA KEPUASAN PELANGGAN”

MISI
Bidang ekonomi :
"mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan terciptanya lapangan kerja"

SHIPYARD FACILITIES
BUILDING BERTH AND DOCK
1. Main Office
2. Lathe Workshop
3. Engine Workshop
4. Logistic Storage
5. Slipway
6. Electric and Equpment Workshop

OUTFITTING QUAY
1. Dock Area I
2. Dock Area II

CRANE
1. Tower Crane
2. Mobile Crane

WELDING MACHINE
1. Welding Machine
    a. Welding Machine AC
    b. Welding Machine Migmag
    b. Welding Machine SAW
    c. Oven Elektroda
2. Welding Travo

WORKSHOP EQUIPMENT
1. Radial Drilling Machine
2. Bandsaw
3. Drilling and Milling Machine
4. Bench Drilling Machine
5. Shaper Machine
6. Lathe Machine
8. Grinding Table
7. Three roll bending plate

COMPRESSOR
GENERATOR SET
BLASTING DAN PAINTING EQUIPMENT
ENGINEERING FACILITIES

HEAVY EQUIPMENT
1. Excavator
2. Loader

Rabu, 15 Februari 2012

AKAL WANITA SETIPIS RAMBUTNYA

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran dan perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap rindukan Siti Hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tak mungkin mampu untuk meluruskan mereka. Tidak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Luruskanlah wanita dengan cara yang ditunjuk Allah, kerana mereka dicipta sebegitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya. Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada zat Allah yang kekal, disitulah sisinya.

Akal setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, kuatkan dengan iman. Perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak. Suburkanlah kerana dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau 'women gladiator'. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, kerana rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan "wan-wan" yang lain. Tidak akan lahir 'superman' tanpa 'superwoman'. 

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak boleh diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan. 

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan daripada perempuan yang dirusak oleh lelaki. Sebodoh-bodoh perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja ramai boss telah kehilangan 'secretary', bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapak akan kehilangan puteri. 

Bila wanita durhaka dunia lelaki akan huru-hara . Bila tulang rusuk patah, maka rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki juga jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan. Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah pimpinlah diri sendiri dahulu kepada-Nya. 

Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap isteri seperti Siti Fatimah, kalau peribadi belum lagi seperti Sayidin Ali. 

Dipetik dari Majalah OK (Tulisan Abu Nawas)

30 RAHASIA WANITA


  1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.
  2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
  3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang(karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).
  4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan senantiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.
  5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia aka cair seperti coklat!!
  6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.
  7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.
  8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.
  9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
  10. Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.
  11. Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.
  12. Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua teman-temannya akan tahu berita tersebut.
  13. Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.
  14. Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.
  15. Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
  16. Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
  17. Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!
  18. Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.
  19. Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.
  20. Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.
  21. Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!
  22. Satu ucapan 'Hi' saja sudah cukup menceriakan harinya.
  23. Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
  24. Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata- mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.
  25. Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.
  26. Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..
  27. Senjata wanita adalah airmata!!\
  28. Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.
  29. Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..
  30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa. begitulah wanita..

Minggu, 12 Februari 2012

VALENTINES DAY


Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.[1] Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya

Ref: Wikipedia

Kamis, 09 Februari 2012

DIhadapan orang yang kau cintai



Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu
berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu
rasa sayang…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah
berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi
sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.

Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......

Rabu, 08 Februari 2012

MANAJEMEN ORGANISASI

Dalam membangun sebuah organisasi baru, sering muncul kecenderungan untuk segera melebarkan jaringan kerja organisasi ke seluruh wilayah negeri. Hal ini sering dilakukan tanpa memperhatikan kelangkaan dan keterbatasan kader organisasi, dimana mereka pun seringkali masih berpencaran di mana-mana. Sebagai akibatnya, organisasi tidak mampu merecruit anggota-anggota baru. Meskipun organisasi berhasil membangun sistem jaringan yang kuat dalam jangka beberapa tahun saja, namun ia gagal dalam membangun basis yang kuat di setiap kota industri terpenting. Kepemimpinan Organisasi Sentralisasi maksimum aktivitas organisasi tidak akan bisa dicapai hanya dengan membangun sistem kepemimpinan skematik, dengan mengumpulkan sejumlah besar group organisasi yang tersusun dari bawah ke atas. Yang harus dilakukan di kota-kota besar, sebagai pusat kehidupan ekonomi, politik dan jaringan komunikasi/tansportasi, adalah meluaskan jaringan ke seluruh wilayah ekonomi politik yang mengelilingi dan atau berada di sebuah kota. Pusat organisasi massaharus berkedudukan di kota industri terbesar pada suatu wilayah/lokal. Dari sinilah ia harus mengarahkan seluruh pekerjaan organisasi dan politik di sublokal-sublokalnya. Disamping itu organisasi harus menjaga kontak yang erat dengan anggotanya dan massa mahasiswa yang bertempat tinggal di sub lokal yang bersangkutan. Para organisator lokal, yang dipilih dalam konferensi lokal dan disepakati oleh pengurus pusat harianl Organisasi, harus memainkan peranan yang permanen dalam kehidupan organisasi di lokalnya. Pengurus lokal organisasi, sebagai pimpinan politik tertinggi di lokal yang bersangkutan, harus terus menerus diperkuat dengan anggota-anggotanya, dengan demikian akan memungkinkan Pengurus untuk menjaga kontaknya dengan massa. Begitu organisasi semakin berkembang maka pimpinan lokal organisasi harus benar-benar menjadi pimpinan politik seluruh aktivitas politik di lokalnya. Sehingga Pengurus lokal organisasi, bersama-sama dengan Pengurus Pusat, akan menjalankan kepemimpinan politik yang sebenarnya terhadap organisasi secara keseluruhan. Garis yang membatasi ruang lingkup lokal organisasi tidak ditentukan menurut garis batas wilayah geografisnya. Faktor yang paling menentukan adalah bahwa Pengurus lokal organisasi harus selalu dalam posisi mengarahkan seluruh aktivitas sub-komite lokalnya dengan mekanisme kerja yang seragam. Dan, jika inipun tidak mungkin dilaksanakan, maka Pengurus lokal harus segera dipecah untuk membuat satu atau dua Pengurus lokal yang baru. Di kota-kota besar, jika memang diperlukan, perlu dibentuk berbagai organ yang menghubungkan berbagai Pengurus lokal ini dengan Pengurus Pusat. Dalam situasi-situasi tertentu, jika diperlukan, organ-organ penghubung ini diberi kepemimpinan (sebagai contoh adalah organisasi di kota besar yang memiliki banyak anggota). Akan tetapi hal ini jangan sampai mendorong teradinya desentralisasi. Organisasi secara keseharian berada di bawah kepemimpinan Pengurus Pusat. Arahan dan resolusi-resolusi yang dikeluarkan oleh Pengurus pusat akan disampaikan kepada Pengurus-pengurus wilayahl organisasi, atau kemudian disampaikan kepada sejumlah komite khusus, atau kepada seluruh organisasi organisasi. Arahan maupun resolusi-resolusi tadi akan mengikat organisasi dan juga, tentu saja, seluruh anggota organisasi. Pengurus Pusat dipilih oleh Kongres organisasi dan bertanggungjawab kepadanya. Untuk mengkaji situasi politik secara umum dan memperoleh gambaran yang jelas tentang keadaan organisasi, maka perlu juga dihadirkan para wakil setiap organ lokal dalam forum presidium nasoinal yang diadakan secara reguler untuk mengambil keputusan yang menyangkut kehidupan seluruh organisasi. Untuk alasan ini juga, perbedean-perbedaan pendapat dalam melihat persoalan taktik yang serius terwakili dalam forum presidium nasional. Setiap pimpinan organisasi harus mengorganisasi pembagian kerja secara efektif. Dengan demikian akan memungkinkan organisasi untuk mengarahkan pekerjaan sebaik mungkin. Oleh karenanya, perlu untuk membentuk badan-badan khusus yang menangani berbagai kerja organisasi (propaganda, distribusi koran, informasi, kurir dan semacamnya). Kontrol Organisasi Pengurus lokal organisasi, dan juga Pengurus Pusat, mengontrol aktivitas dan komposisi seluruh organ yang berada di bawahnya. Untuk ini Pengurus pusat harus selalu melakukan pertukaran pekerjaan bagi anggota-anggota organisasi yang menempati posisi-posisi tertentu (para editor, organisator, propagandis dan sebagainya), melakukan pemindahan antar kota, sejauh hal ini bisa memperlancar pekerjaan organisasi. Para editor maupun propagandis juga harus terlibat dalam salah satu group kerja tertentu. Pengurus pusat organisasi harus selalu memperoleh laporan yang lengkap dari seluruh organ dibawahnya, group-group yang ada maupun dari individu-individu anggota organisasi. Para wakil dan delegasi pengurus pusat berhak menghadiri semua pertemuan dan sidang-sidang yang diselenggarakan organ-organ yang ada dibawahnya maupun diskusi group-group. Dalam kesempatan-kesempatan seperti ini, para delegasi memiliki hak veto. Pengurus Pusat harus selalu memiliki delegasi (komisaris) yang akan membawa instruksi maupun informasi dari Pengurus Pusat kepada berbagai organ lokasl maupun sejumlah group yang berkaitan dengan persoalan politik dan organisasional. Hal ini disampaikan baik melalui hubungan surat-menyurat maupun komunikasi lisan. Pengurus Pusat maupun organ-organ lokal harus memiliki komisi-komisi revisi yang terdiri dari kawan-kawan yang terlatih dan berpengalaman. Tugas komisi semacam ini adalah mengontrol dana dan keuangan (auditing) organisasi. Masing-masing organisasi, cabang organisasi maupun individu-individu anggota mempunyai hak untuk sewaktu-waktu menyampaikan saran-saran, komentar atau keluhan-keluhannya langsung ke Pengurus pusat. Semua arahan dan keputusan organ pimpinan organisasi bersifat mengikat organisasi-organisasi maupun individu-individu di bawahnya. Kewajiban dan tanggung jawab organ pimpinan organisasi untuk menangani pelanggaran maupun pengabaian tugas oleh kawan-kawan pimpinan tidak bisa sepenuhnya dilakukan dengan cara-cara formal. Sebagai contoh, dalam sebuah organisasi illegal, pertanggungjawaban mereka tidak bersifat formal. Yang harus dilakukan oleh organ pimpinan adalah mengumpulkan berbagai pendapat dari anggota-anggota organisasi lainnya, menerima, mencatat, mendiskusikan informasi yang akurat. Baru setelah proses ini dilewati maka segera diambil tindakan. Dalam seluruh penampilan dan aktivitas politiknya ke luar organisasi, para anggota Organisasi wajib selalu bertindak sebagai anggota yanq berdisiplin dari organisasi militant. Jika muncul ketidaksepakatan mengenai sejumlah metode aksi, maka, sejauh mungkin ia didiskusikan terlebih dahulu dalam forum organisasi organisasi sebelum diambil keputusan, setelah itu tindakan/aksi dilakukan hanya berdasarkan keputusan yang telah diambil. Untuk memastikan agar semua keputusan organisasi dijalankan sepenuhnya oleh organisasi dan anggota organisasi, maka sebanyak mungkin anggota organisasi harus dilibatkan dalam mendiskusikan dan mengambil keputusan. Seluruh level jajaran organisasi harus menentukan apakah ada persoalan tertentu yang harus didiskusikan secara terbuka oleh masing-masing individu anggota (di koran maupun pamflet, misalnya), dalam bentuk apa dan sejauh mana hal ini dilakukan. Jika ada anggota organisasi yanq memandanq keputusan organisasi maupun organ pimpinan organisasi yang tidak tepat, maka kawan anggota yang bersangkutan jangan sampai membuat pernyataan atau tindakan di depan umum yang dapat melemahkan atau menghancurkan kesatuan gerak organisasi di garis depan. Karenanya tindakan demikian merupakan bentuk pelanggaran disiplin yang paling besar dan kesalahan yang paling berat, yang dilakukan dalam perjuangan revolusioner. Adalah kewajiban untuk membela Organisasi dalam menghadapi musuh-musuh rakyat. Siapa saja yang melalaikan kewajiban ini adalah seorang Progresif revolusioner yang buruk, dan siapa-saja yang dengan sengaja menyerang di depan umum harus dianggap sebagai musuh organisasi.

Distribusi Kerja dan Penempatan Anggota Organisasi
Organisasi harus menjadi sekolah kerja bagi kader-kader revolusioner. Hubungan yang organik antar organ organisasi dan antar anggota hanya akan terbina melalui kerjasama sehari-hari dalam organisasi. Selama ini, organisasi-organisasi massa belum sepenuhnya
berhasil menggalang seluruh anggotanya dalam pekerjaan aktif sehari-hari. Hal ini merupakan hambatan yang sangat besar untuk memajukan dan mengembangkan organisasi. Tahap-tahap awal perubahan menuju sebuah organisasi massa yang revolusioner seringkali tidak lebih dari sekedar pencantuman program revolusioner saja: yakni hanya menggantikan doktrin lamanya dan menggantikan pengurus-pengurus organisasi. Namun penerimaan terhadap program revolusioner tak lebih dari sekedar menggambarkan keinginan organisasi tersebut untuk menjadi sebuah organisasi massa. Jika organisasi gagal menjalankan kerja-kerjanya dan jika massa anggotanya dibiarkan pasif, maka organisasi tidak akan bisa memenuhi kewajibannya yang paling minimum sekalipun. Karena syarat yang paling utama menjalankan program adalah partisifasi secara penuh seluruh anggota dalam pekerjaan sehari-hari organisasi. Seni menjalankan organisasi massa terletak pada kemampuannya untuk melibatkan segala hal dan semua orang dalam perjuangan kelas tertindas, melakukan pendistribusian kerja organisasi secara efektif dikalangan seluruh anggota dan melalui anggota-anggota ini, terus menerus menarik massa seluas mungkin ke dalam gerakan revolusioner. Artinya, organisasi harus selalu berada dalam posisi memimpin seluruh gerakan. Posisi kepemimpinan ini tidak diperoleh organisasi melalui pemaksaan kekuatan, namun melalui energinya yang besar, kemampuannnya yang beragam, pengetahuannya yang luas, pengalamanannya yang banyak dan fleksibilitasnya. Sebuah organisasi massa haruslah terdiri dari orang-orang yang aktif saja, dan ia akan menuntut setiap jajaran anggota organisasi untuk mencurahkan segenap tenaga dan waktunya untuk pekerjaan organisasi. Disamping memiliki komitmen terhadap perjuangan, para anggota organisasi juga harus didaftarkan secara resmi, didahului dengan masa pencalonan, kemudian menjadi anggota resmi, membayar iuran anggota, berlangganan koran organisasi, dan sebagainya. Namun yang terpenting dari semua ini adalah keterlibatannya secara aktif dalam pekerjaan sehari-hari organisasi. Agar bisa menjalankan pekerjaan sehari-hari, tiap-tiap anggota organisasi harus bergabung ke dalam group/kelompok kerja kecil seperti: sebuah komite, komisi, badan, group, maupun sel. Hanya dengan cara inilah kerja-kerja organisasi dapat didistribusikan, diarahkan dan dijalankan secara tepat. Tentu saja para anggota harus menghadiri pertemuan-pertemuan, rapat-rapat umum yang diadakan organisasi-organisasi lokal mereka. Seluruh anggota organisasi berkewajiban untuk menghadiri pertemuan-pertemuan umum secara reguler. Namun hal ini tidaklah cukup. Persiapan-persiapan untuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan semacam ini haruslah terlebih dahulu dilakukan oleh group-group kecil atau oleh kawan-kawan yang diserahi tugas melakukan perencanaan secara rinci bagi penyiapan dan penyelenggaraan pertemuan. Group-group kecil ini secara efektif akan menggunakan dan mempersiapkan pertemuan-pertemuan umum, demonstrasi-demonstrasi maupun aksi -aksi. Hanya group-group kecil seperti inilah yanq mampu mengkaji dan menjalankan sejumlah tugas lain yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas semacam ini. Jika seluruh anggota tidak dibagi-bagi ke dalam sejumlah qroup kecil, kedalam kerja sehari-hari bagi organisasi, maka semilitan apapun upaya yang dilakukan organisasi dalam memajukan perjuangannya, tidak akan membuahkan apa-apa, dan ia akan gagal mengkonsolidasikan seluruh tenaga revolusioner menjadi satu Organisasi massa yang kuat. Sel-sel organisasi harus dibentuk untuk menjalankan kerja sehari-hari dalam berbagai lapangan aktivitas organisasi, seperti: agitasi dari rumah ke rumah, penyelenggaraan sekolah-sekolah organisasi, kelompok pembaca surat kabar/koran organisasi, pendistribusian bahan bacaan, jasa pelayanan informasi, kerja-kerja kurir dan sebagainya. Tujuan dari pembentukan sel-sel organisasi secara tersendiri adalah untuk merebut kepemimpinan di suatu tempat.

Reorganisasi
Pengenalan secara umum tentang kewajiban kerja dalam organisasi dan tentang group-group kerja yang kecil ini merupakan tugas yang sangat sulit bagi sebuah organisasi massa. Hasilnya tidak bisa kita peroleh dalam satu malam; untuk itu sangat diperlukan kesabaran, pertimbangan yang matang dan energi yang besar. Sejak awal, pengenalan langgam kerja organisasi ini harus dilakukan sangat hati-hati serta didahului dengan diskusi yang mendalam. Tentu merupakan hal yang mudah saja bagi organisasi untuk sekedar menempatkan para anggotanya ke dalam sel-sel maupun group-group kecil supaya mereka mudah terlibat dalam pekerjaan sehari-hari organisasi, sebagaimana yanq selama ini tercantum dalam skema formal yang ada. Akan tetapi lebih baik tidak memulai pekerjaan dengan cara-cara demikian, karena ini hanya akan memunculkan ketidakpuasan dan kebingungan di kalangan anggota organisasi terhadap langgam kerja baru ini. Adalah sangat penting bagi organ-organ pimpinan untuk mengadakan diskusi/konsultasi secara rinci dengan anggota-anggota organisasi. Diskusi harus dilakukan sesama anggota yang teguh hati, tulus serta sebagai organisator yang cakap, yang memiliki pengetahuan mendalam terhadap situasi umum gerakan mahasiswa di berbagai pusat gerakan di seluruh negeri. Berdasarkan penemuan-penemuan inilah organ pimpinan organisasi kemudian menyusun prinsip-prinsip dasar bagi metode kerja yang baru. Selanjutnya, para instruktur, organisator atau komisi pengorganisasian harus menyiapkan rencana kerja pada tingkat lokal, memilih pimpinan-pimpinan group serta melancarkan kampanye tentag langgam kerja yang baru ini. Setelah semua ini diselesaikan maka seluruh organisasi, group-group kerja, sel-sel dan individu-individu yang diberi tugas-tuqas secara kongkrit, jelas, disepakati, diperlukan, organisasi harus memberikan peragaan bagaimana melaksanakan tugas tersebut. Dalam hal ini, peragaan dan pengarahan harus difokuskan pada kemungkinan munculnya kekeliruan yang harus dihindari dalam pelaksanaan tugasnya. Reorganisasi harus dilakukan setahap demi setahap. Organisasi-organisasi lokal jangan sampai tergesa-gesa membentuk terlalu banyak sel dan group-group kerja baru sekaligus. Para anggota organisasi harus diberi kesempatan untuk belajar terlebih dahulu dari pengalaman keberhasilan dalam pengorganisasian sel-sel di kampus-kampus besar. Dan para anggota harus juga belajar dari pengalaman pembentukan group-group kerja organisasi yang menangani informasi, komunikasi, agitasi dari rumah ke rumah, gerakan perempuan, distribusi koran, mengurus pengangguran atau semacamnya. Bentuk-bentuk organisasi yang lama jangan lah semena-mena dibubarkan jika kerangka organisasi yang baru belum terbangun. Organ-organ pimpinan organisasi massa jangan sampai lengah dalam mengontrol kerja-kerja elementer organisasional ini dan ia harus selalu memberikan arahannya secara konsisten. Hal ini menuntut upaya yang sungguh-sungguh keras dari kawan-kawan pimpinan organisasi. Kepemimpinan dalam Organisasi massa tidak hanya bertanggung-jawab dalam memastikan selesai atau tidaknya suatu pekerjaan, namun ia juga harus membantu dan mengarahkan pekerjaan ini secara sistematis. Untuk itu, kawan-kawan pimpinan harus membekali diri dengan dengan pemahaman praktis terhadap kondisi khas yang melingkupi dan menjadi orientasinya. Mereka juga harus mengawasi jika terjadi kekeliruan. Mereka harus memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan mereka untuk memperbaiki metode kerja, tanpa melupakan tujuan-tujuan perjuangannya.

Laporan Reguler
Salah satu kewajiban organisasi massa adalah membuat laporan. Hal ini berlaku bagi seluruh organisasi, organ dan para anggota. Laporan-laporan reguler harus dibuat sesuai dengan jadwalnya, sementara laporan-laporan khusus juga dibuat bagi setiap tugas khusus yang telah dijalankan atas instruksi organisasi. Adalah penting untuk membuat dan menyusun laporan tersebut secara sistematik sesuai dengan prosedur laporan dari tradisi gerakan organisasi. Organ-organ lokal harus membuat laporan kegiatannya secara reguler kepada Pengurus pusat organisasi. Setiap organisasi organisasi harus menyajikan laporannya kepada organ yang tepat berada di atasnya (sebagai contoh: organisasi lokal harus membuat laporan mingguannya ke organ wilayah dan jkuga ke pengurus pusat organisasi). Tiap-tiap sel, dan group kerja harus membuat laporan kepada organ organisasi yang memimpinnya. Sementara itu, seluruh anggota juga harus membuat laporan tentang kemajuan kerja mereka seminggu sekali kepada sel atau group kerjanya, dan kepada organ yang telah memberinya tugas khusus. Laporan harus selalu dibuat begitu ada kesempatan. Laporan-laporan itu harus dibuat secara tertulis, ringkas dan dan langsung ke pokok masalah sesuai dengan formnat laporan yang telah disepakati. Orang yang menerima laporan harus bertanggung jawab untuk mengamankan informasi tersebut dan jangan sampai mempublikasikannya. Begitu dia menerima laporan, dia harus segera menyampaikannya tanpa ditunda-tunda kepada organ organisasi yang bersangkutan. Tentu saja, laporan-laporan organisasi ini tidak hanya memuat aktivitas Si Pembuat laporan. Si Pelapor juga harus menyampaikan seluruh hasil pengamatannya selama dia menjalankan pekerjaan organisasi, terutama mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan perjuangan. Yang dimaksudkan disini adalah hal-hal yang sekiranya akan bisa dipertimbanqkan untuk mendorong perubahan-perubahan maupun untuk perbaikan-perbaikan kerja selanjutnya. Para anggota harus menyampaikan usulan-usulan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam dalam pelaksanaan kerja organisasi. Sel-sel organisasi, dan group-group kerja harus mendiskusikan seluruh laporan yang mereka terima atau yang mereka sampaikan. Diskusi terhadap isi laporan harus menjadi kebiasaan dalam kerja. Sel-sel maupun group-group kerja harus menugaskan setiap anggota maupun setiap group-groupnya untuk secara teratur mempelajari dan melaporkan aktivitas-aktivitas organisasi kemahasiswaan yang didominasi elemen borjuis kecil dan terutama sekali, seluruh organisasi organisasi-organisasi yang radikal.


Oleh : Ucong Sky